Afgan 10 Tahun Eksplorasi Jati Diri Musik

Selebriti

FOTOSELEB.COM - Untuk bisa bertahan di industri musik dalam negeri jelas bukan perkara mudah. Karena dibalik hasil karya-karyanya yang ikonik, tiap musisi memiliki perjuangannya tersendiri untuk menuju kesuksesan tersebut. Tidak terkecuali  Afgan. Musisi yang telah mengawali karier dari tahun 2008 ini tidak dengan mudah mencapai apa yang ia miliki hari ini.

Apa makna album “Dekade” ini untuk Afgan sendiri?

“Ini adalah album yang bisa meringkas perjalanan karier saya selama 10 tahun terakhir. Di album ini terdapat 7 lagu lama, 3 lagu remake, dan 4 lagu baru. Adapun tiga lagu remake yang saya pilih yaitu ‘Sadis’, ‘Bukan Cinta Biasa’, dan ‘Bawalah Cintaku’. Lewat tiga lagu inilah nama saya dikenal publik. Dan di album ini, lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan sound yang lebih kekinian. Sedangkan di empat lagu baru ini saya ingin menunjukkan kalau musik pop yang saya usung saat ini juga dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang memang sudah saya suka sejak lama.”

Setelah 10 Tahun Berkarya, apa yang berubah dari Afgan?

“Enggak ada yang berubah. Saya masih jadi diri saya sendiri. Saya masih memiliki insekuritas yang tinggi, masih enggak percaya diri, masih punya rasa takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri banyak merasa berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Kalau Afgan yang dulu mungkin masih mencari-cari tahu gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun, saya sudah di tahap yang tahu apa yang saya mau. Saya juga sudah lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan apa karya yang saya kerjakan.”

Apa yang bisa diekspektasikan dari Afganisme ataupun pendengar musik nasional dari album ini?

“Saya berharap mereka bisa melihat perkembangan dan pendewasaan saya dalam bermusik selama 10 tahun terkahir. Saya berharap mereka bisa bernostalgia dengan beberapa lagu lama yang ada di album ini, tapi juga mereka bisa mendengar eksplorasi musik yang saya hadirkan di album ini.”

Jika Afgan di tahun 2008 melihat Afgan hari ini, apa yang akan dia rasakan?

Saya rasa dia akan bangga dengan proses yang saya jalani hingga hari ini. Karena saya tahu, perjalanan berkarya selama 10 tahun ini tidaklah mudah. Karena Afgan di masa itu punya low self esteem, tidak punya teman, sangat pemalu dan berada di dunia hiburan yang menuntut untuk selalu terlihat sempurna di tiap momen pasti bukan hal yang mudah untuk di lalui. Dan setelah 10 tahun, banyak hal yang telah berkembang, banyak hal yang telah diperbaiki dari diri saya. Tapi saya merasa masih punya  banyak ruang untuk perbaikan. The best is yet to come.

Di dalam album ini, Afgan tidak sendiri. Bersama Simhala Avadana selaku A&R dari Trinity Optima Production membantu Afgan untuk merampungkan album ini. “Yang saya suka dari album ini, Afgan mau mengeksplore ranah musik yang tidak biasa dari album-album dia sebelumnya.” Ungkapnya. Di album ini kita bisa sama-sama dengar Afgan membawakan lagu “Sadis” dengan sentuhan rock blues 80’an, ada juga lagu “Love Again” yang dibawakan dengan lagu upbeat 90’an. Benar-benar sebuah memoir musik yang terangkum dengan apik selama 10 tahun Afgan berkarya.

Dalam pembuatan album ini, Afgan memang lebih detail dan sangat kritis dengan karya-karyanya. Di album ini , Afgan sangat involve dalam tiap proses pembautan lagu-lagunya, mulai dari pemilihan notasi sampai pemilihan mastering di Inggris. Dan hasilnya sangat memuaskan, nuansa keseluruhan album ini juga sangat hangat dan bisa dinikmati dikala perjalanan. 


Foto Terkait