Ondel-Ondel Galau, Novel Karya Frances Caitlin Tirtaguna Mengenai Beragam Kebudayaan Betawi

Event

FOTOSELEB.COM - Frances Caitlin Tirtaguna atau yang akrab dipanggil Frances adalah gadis belia kelahiran Jakarta yang kini baru berusia 15 tahun. Frances merupakan salah satu siswi kelas 10 BINUS SCHOOL Simprug yang baru saja menjadi salah satu wakil sekolahnya untuk Asia Pacific Young Leaders Convention 2018 di Singapore. Acara yang mengusung tema Embracing Unity, Valuing Diversity diikuti oleh 6 negara diselenggarakan selama seminggu penuh pada awal April 2018 dan Frances mendapatkan 1st Place for Overall Team Presentation untuk team nya pada acara tersebut.

Sejak kecil, Frances gemar menulis. Berkat kegemarannya terhadap menulis, Frances lolos seleksi dari Stanford University, USA untuk mengikuti kursus Jurnalis Ekspositori di Universitas tersebut pada tahun 2015 saat ia masih duduk di kelas 7.

Selain hobby menulis, anak kedua dari dua bersaudara ini juga gemar berbicara di depan umum. Ini dibuktikan dengan prestasi yang diperolehnya lewat beberapa kompetisi nasional maupun internasional yang diikutinya. Diantaranya sebagai pemenang peringkat 11 dunia Lomba Debat dari The World Scholar’s Cup ‘Tournament of Champion’ di Yale University, USA (2015).

Selain itu Frances juga piawai dalam memainkan alat musik seperti piano ang dipelajarinya sejak usia 4 tahun serta saxophone dan flute. Pada Desember 2017, Frances meraih penghargaan sebagai 1st Winner sekaligus 1st Runner Up pada CDE Open Piano Competition.

Semua prestasi dan penghargaan yang diraih Frances berkat komitmennya yang tinggi pada setiap bidang yang dipelajarinya. Komitmen itu pula yang membawa gadis kecil dari pasangan Djohariah Sastradihardja dan Lukman Tirtaguna ini berkeinginan untuk turut mempromosikan negaranya lewat sebuah cerita dalam novel bertajuk “ONDEL-ONDEL GALAU”.

Berawal dari kegelisahannya melihat sepasang ondel-ondel yang terlihat lusuh ngamen dikemacetan Jakarta, Frances tergerak untuk mencari tahu tentang ondel-ondel. Dalam pencariannya di dunia digital ternyata Frances semakin tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan Betawi. Hingga akhirnya ia melakukan riset di Perkampungan Kebudayaan Betawi Setu Babakan.

Kedatangannya disambut hangat oleh para Budayawan Betawi di Setu Babakan. Salah satunya Bang Indra Sutisna. Dari Bang Indra inilah kemudian Frances mulai mengetahui peranan penting ondel-ondel yang telah ada selama ratusan tahun dan bagaimana mereka akhirnya menjadi ikon kota Jakarta.

"Saya berterima kasih dengan yang dilakukan Frances untuk menulis buku ini. Kita tidak boleh kehilangan budaya kita, kita tidak boleh kehilangan jati diri kita, pun budaya Betawi sebagai inti kota Jakarta yang harus dijaga," kata Indra dalam sambutannya di Binus School Simprug, Jakarta, Jumat (27/4/2018)

Novel Ondel-Ondel Galau mengulas tentang beragam kebudayaan Betawi, mulai dari sejarah, para tokoh, tarian adat, bau adat, lagu adat, mainan tradisional hingga beragam makanan khas Betawi. Dengan ilustrasi menarik dari illustrator handal Muhammad Nashir Setiawan, novel ini disajikan Frances menggunakan bahasa Inggris yang sangat ringan dibaca. Besar harapan Frances melalui novel Ondel-Ondel Galau ini ia mampu mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada khalayak yang lebih luas hingga mancanegara.

"Semoga lewat novel ini aku bisa menginspirasi anak-anak muda seusiaku untuk kenal dan melestarikan budaya Betawi," ungkap Frances penuh semangat.


Foto Terkait